Friday, June 18, 2010

ketinggian dan sakit jantung =(

hello readers =)

okey hari ni sy nk jadik doktor jap.. ehehe secara xsgaja td td sy der jmp article sal tinggi dan sakit jantung... laaa ader jugak ker kaitannyer? alahai.. sadis betol.. lau org gemuk dikaitkan ngan obesiti.. tp ley kurus okay laa kan.. lau pendek? caner nk ubah tuh? haaa cuba jwb? ermmm dlm article tuh dia ckp kategori wanita pendek bwh 5 kaki iaitu bawah 152 cm.. lau bawah 150cm??? kwa3... lau aku belajar finance high risk high return... untuk yang ni ley la aku wat negative r/ship dan estimatekan sbg low height high heart attack.. huh berapa manyak H daaaaaaa....


nah! bukti article tuh...


p/s: nyesal xgayut time kecik2 dulu... *enset mahal sgt dulu.. ehehe


**************************************************


Go4HealthyLife.com, Jakarta
- Terjawablah sudah teka teki yang selama ini diperdebatkan para ahli di dunia mengenai risiko penyakit jantung bagi orang yang bertubuh pendek setelah sebuah analisis terbaru menguatkan hal itu.

Selama bertahun-tahun, para ahli memperdebatkan bukti yang mengaitkan tubuh pendek dengan risiko penyakit jantung. Namun, analisis terbaru ini merupakan kajian sistematis pertama yang telah dilakukan pada topik ini, menurut para peneliti Finlandia.

"Tinggi badan mungkin dapat dianggap sebagai faktor independen untuk digunakan dalam menghitung risiko orang terserang penyakit jantung," kata ketua tim peneliti, Dr. Tuula Paajanen, seorang peneliti di Department of Forensic Medicine di University of Tampere, Finlandia.

Tinggi badan dapat digunakan untuk menghitung indeks massa tubuh (ukuran lemak tubuh), yang secara luas digunakan untuk mengukur risiko penyakit jantung koroner, ia menambahkan.

"Tapi tinggi badan hanyalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan risiko penyakit jantung, dan sementara orang tidak memiliki kendali atas tinggi badan atau genetika, meski mereka dapat mengendalikan berat badan mereka, kebiasaan gaya hidup seperti merokok, minum dan olahraga. Dan semua bersama-sama mempengaruhi risiko penyakit jantung mereka," kata Paajanen.

"Semakin banyak faktor risiko yang Anda miliki, maka upaya lebih keras bagi Anda untuk berkonsentrasi mengurangi faktor risiko yang Anda bisa lakukan," ujarnya, seperti dilaporkan dalam European Heart Journal edisi 9 Juni.

Untuk penelitian ini, tim di bawah pimpinan Paajanen menganalisis data dari 52 studi yang mencakup 3.012.747 orang. Orang pendek dianggap mereka yang memiliki tinggi badan di bawah 5 kaki 3 inci (sekitar 159 cm) dan orang berbadan tinggi lebih dari 5 kaki 8 inci (lebih dari 173 cm).

Dipisahkan oleh jender, laki-laki pendek memiliki tinggi di bawah 5 kaki 5 inci (sekitar 155 cm), dan wanita pendek di bawah 5 kaki (di bawah 152 cm). Untuk laki-laki tinggi lebih dari 5 kaki 9 inci, dan wanita tinggi lebih dari 5 kaki 5 inci.

Dibandingkan dengan orang tertinggi, orang terpendek hampir 1,5 kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau hidup dengan gangguan penyakit jantung atau menderita serangan jantung.

Membandingkan laki-laki dan perempuan secara terpisah, laki-laki pendek memiliki kemungkinan 37% lebih besar meninggal akibat penyakit apapun dibandingkan dengan laki-laki tinggi, dan perempuan pendek punya kemungkinan 55% lebih besar meninggal karena sebab apapun dibandingkan dengan perempuan yang tinggi, ujar tim Paajanen.

Paajanen menambahkan bahwa tidak diketahui mengapa ada hubungan antara tinggi badan dan risiko penyakit jantung.

Para peneliti berspekulasi bahwa orang yang lebih pendek memiliki arteri koroner yang lebih kecil yang mungkin bisa terhambat pada awal hidup mereka karena faktor-faktor risiko lain seperti kemiskinan, gizi buruk dan infeksi. Arteri koroner lebih kecil juga mungkin terpengaruh dengan perubahan aliran darah.

Namun, temuan genetik terbaru tentang tinggi badan menunjukkan bahwa faktor keturunan, bukan gizi buruk atau berat badan lahir rendah, dapat menjelaskan hubungan antara badan pendek dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Dr Gregg C. Fonarow, direktur Ahmanson-UCLA Cardiomyopathy Center di University of California, Los Angeles, mengatakan bahwa banyak tetapi tidak semua studi sebelumnya yang menyatakan bahwa mereka yang bertubuh pendek mungkin berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dan kematian akibat kardiovaskular.

Jadi untuk mengurangi risiko penyakit jantung secara keseluruhan, orang perlu untuk mengontrol faktor risiko yang mungkin mereka miliki.

3 comments:

  1. jd org pendek cepat mati compared to org tinggi?

    kalo camtuh kenapa p. ramlee mati dulu dr ibrahim pendek?

    ReplyDelete
  2. oh begitu. cume risiko je. kalau x jaga pemakanan sume org tinggi pun boleh dpt heart attack. :)

    ReplyDelete
  3. hehhehe...
    klu xjaga pemakanan leh sakit jantung gak kn...xkira la tinggi camner pon heheh

    tinggi zella 170cm hehehhe

    ReplyDelete